Empowering Aisyiyah Mothers Using a Humanity Literacy and Creativity Approach by Maximizing the Function of Banana Heart Natural Materials as Entrepreneurial Embryos
Keywords:
Shredded Banana Heart, Women's Empowerment, Local Food Security, Creative Economy, Aisyiyah MothersAbstract
Kepok banana blossoms in Colomadu District have abundant vegetation potential, but their utilization is still limited to traditional wet processing that spoils quickly. As a result, this commodity often becomes organic waste (food waste) and has no economic value. This community service activity aims to empower women's groups through the diversification of functional food products into banana blossom floss, which has high economic value, is hygienic, and has a long shelf life. The target partners of this program are the administrators and core members of the Colomadu Aisyiyah Branch Leadership (PCA) Women, Karanganyar Regency. The implementation method applied combines a community education approach on nutritional literacy, science and technology diffusion in the form of appropriate technology for mechanical spinner machines, and training in airtight commercial packaging. The program successfully enabled participants to independently produce marketable banana blossom floss with a dry-crispy texture, savory meat-like flavor, and extended shelf life without chemical preservatives. Quantitative evaluation showed a high level of program effectiveness, with partner satisfaction ranging from 80% to 100% across indicators of goal achievement, product quality, communication effectiveness, and resource utilization. This community service concludes that integrating local resource utilization with appropriate technology and entrepreneurship training effectively strengthens women's productive capacities and transforms underutilized agricultural resources into value-added products. The program contributes to improving household food security, reducing organic waste, increasing women's economic independence, and promoting sustainable community-based creative entrepreneurship in suburban areas.
References
[1] B. P. Statistik, “Statistik Tanaman Hortikultura Indonesia 2023,” Jakarta, 2024.
[2] D. J. Hortikultura, “Laporan Kinerja Tahunan Produksi Buah Nasional,” Kementerian RI, 2024.
[3] P. Sibuea and D. L. Sitanggang, “Aktivitas Antioksidan Dari Ekstrak Buah Pisang Barangan Dan Potensinya Sebagai Pengawet Bakso,” Jurnal Riset Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian (RETIPA), vol. 4, no. 1, pp. 8–17, 2023.
[4] D. W. Marpaung, Mukson, and T. Ekowati, “Analisis Preferensi Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Buah Pisang di Pasar Tradisional Kota Kisaran , Kabupaten Asahan , Provinsi Sumatera Utara,” Jurnal Litbang Provinsi Jawa Tengah, vol. 22, no. 1, pp. 49–58, 2024.
[5] Budiandriani, Ramlawati, and K. Rosyadah, “Pengolahan Jantung Pisang Menjadi Snack Nugget untuk Meningkatkan Pendapatan Kelompok Mitra di Desa Paddinging Kecamatan Sandrobone Kabupaten Takalar,” Celebes Journal of Community Services, vol. 2, no. 1, pp. 39–46, 2023, doi: 10.37531/celeb.v2i1.298.
[6] Ardian et al., “Sosialisasi Budidaya Pisang Tepat Guna Di Desa Gunung Rejo, Kecamatan Way Ratai, Kabupaten Pesawaran,” Jurnal Pengabdian Fakultas Pertanian Universitas Lampung, vol. 3, no. 1, pp. 128–134, 2024, doi: 10.23960/jpfp.v3i1.8911.
[7] G. A. D. Sukreni and D. Lestari, “Inovasi Pengolahan Abon Berbahan Dasar Jantung Pisang,” Jurnal Ilmiah Pariwisata dan Bisnis, vol. 3, no. 6, pp. 917–928, 2024, doi: 10.22334/paris.v3i6.805.
[8] Rukmana, “Usaha Tani Pisang,” Kanisius, 2003.
[9] W. D. P. Kusumaningtyas, D.R., D.R., Renga, and H. Suyitno, “No TitlePengolahan Limbah Tanaman Pisang (Musa Paradisiaca) menjadi Dendeng dan Abon Jantung Pisang sebagai Peluang Wirausaha Baru bagi Masyarakat Pedesaan,” Jurnal Penerapan Teknologi dan Pembelajaran, vol. 8, no. 2, 2010.
[10] L. Angraeni, T. Nanda, I. R. Maya, and Y. Hilka, “Pengolahan Abon Jantung Pisang sebagai Upaya Diversifikasi Pangan Bagi Masyarakat di Desa Seuneubok Aceh Barat,” Logista, vol. 4, no. 2, pp. 550–555, 2020.
[11] W. Sammeng, M. Marsaoly, and N. Ruaida, “Uji Daya Terima dan Kandungan Gizi Abon Jantung Pisang dengan Penambahan Teri Nasi (Stolephorus sp),” Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal), vol. 14, no. 1, pp. 29–41, 2023.
[12] Arifki and Barliana, “Karakterlistik dan Manfaat Tumbuhan Pisang di Indonesia. Jurnal Pertanian,” Jurnal Pertanian, vol. 16, no. 3, 2018.
[13] Y. Gahar, S. N. Sari, R. G. Rihi, S. N. Bria, A. Tanaem, Gadnida, and S. Chamdra, “Diversifikasi Produk Pangan Berbasis Jantung Pisang Lokal Menjadi Stik Aneka Rasa di P4S Tungvers Manikin,” Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ), vol. 2, no. 5, pp. 7875–7880, 2025.
[14] T. Abdjul and Nurhayati, “Pelatihan Pengolahan Jantung Pisang Sebagai Alternatif Makanan Nabati (Stik Daging) Untuk Meningkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Tutulo Kecamatan Botumoito Kabupaten Boalemo,” Damhil: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, vol. 3, no. 2, pp. 157–167, 2024.
[15] H. Khoirunisa, N. Nasrullah, and T. Maryusman, “Karakteristik Sensoris Dan Kandungan Serat Biskuit Dari Jantung Pisang (Musa paradisiaca) Sebagai Makanan Selingan Anak Obesitas,” Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan (The Journal of Food Technology and Health), vol. 1, no. 2, pp. 93–100, 2019, doi: 10.36441/jtepakes.v1i2.188.
[16] S. Nurhawa, H. Tussadia, D. Rahma, Wahyunisa, and Reski, “Pengolahan Jantung Pisang Menjadi Abon Sebagai Upaya Meningkatkan Perekonomian di Desa Bebanga Kabupaten Mamuju Processing,” Abdimas Galuh, vol. 8, no. 1, pp. 297–306, 2026.
[17] M. Ferriska, A. Bagus, and K. Surya, “Kajian pengaruh pengembangan kawasan perkotaan terhadap produktivitas pertanian di kabupaten karanganyar,” JDIH Karanganyar, 2023.
[18] A. Wibowo, E. Lestari, and P. Rahayu, “Model Pemberdayaan Sentra Pisang berbasis Kearifan lokal dan Modal Sosial di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah,” Jurnal Penyuluhan, vol. 18, no. 02, pp. 347–358, 2022.
[19] S. Ningsih, T. N. Fitria, M. W. Dewi, M. B. Nurcahyani, T. Aisah, and R. F. Zania, “Pemanfaatan Olahan Pisang Sebagai Tambahan Pendapatan Ibu-Ibu PKK di Desa Keden Kalijambe Sragen Suhesti,” Jurnal Pengabdian Masyarakat BUDIMAS, vol. 06, no. 02, pp. 232–239, 2024.
[20] Marhalinda, E. M. S. Sakti, Supradaka, and N. J. E. Abyudaya, “Meningkatkan Ketahanan Pangan Masyarakat Miskin Desa Cipambuan dan Pengurangan Pemborosan Makanan dengan Model Bisnis Sirkulasi Ekonomi,” Jurnal IKRATH-ABDIMAS, vol. 9, no. 3, pp. 354–359, 2025.
[21] D. Wahyuni and M. Puspitaningsari, “Pelatihan Pembuatan Abon Jantung Pisang sebagai Makanan Alternatif pada Kelompok PKK di Dusun Gambar Desa Wonodadi Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar,” Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (JP-Mas), vol. 6, no. 1, pp. 47–55, 2024.
[22] D. P. N. Kinding, M. N. Permatasari, and M. Solekan, “Penerapan Teknologi Pengolahan Abon sebagai Strategi Peningkatan Nilai Tambah Produk Mina Raharja,” Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), vol. 6, no. 4, pp. 6301–6311, 2025.
[23] N. Kholisatun, F. R. Pratiwi, and Moh. Nurhakim, “Aisyiyah Dan Pemberdayaan Perempuan Dalam Upaya Kesetaraan Gender,” Al-Tarbiyah : Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, vol. 2, no. 3, pp. 306–319, 2024, doi: 10.59059/al-tarbiyah.v2i3.1272.
[24] M. I. Wiawan, R. R. Deri, N. Nurhayani, T. Ismail, and M. Z. Muchtar, “Pemberdayaan Perempuan Melalui Digitalisasi Produk Unggulan Desa Wargaluyu Untuk Peningkatan Sosial Ekonomi Masyarakat,” JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), vol. 6, no. 4, pp. 2344–2356, 2025, doi: 10.37339/jurpikat.v6i4.2728.
[25] Asmawati, M. Rudini, and M. K. U. BK, “Optimalisasi Peran Orang Tua dan Guru dalam Mengatasi Kesulitan Membaca Permulaan Siswa Kelas II,” Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, vol. 10, no. September, pp. 324–338, 2025.
[26] R. I. Saptatiningsih, “Pemberdayaan Perempuan Pedukuhan Sidorejo Menuju Kelompok Ekonomi Produktif,” Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, vol. 5, no. 3, 2022.
[27] Sujuliyani, N. Dharmayanti, N. S. Rini, and A. S. Lathifa, “Penentuan Umur Simpan Abon Ikan Cakalang (Katsuwonus pelamis) di UMKM Maha Karya, Kabupaten Pangandaran,” Buletin JSJ, vol. 3, no. 2, pp. 71–81, 2021.
[28] J. A. Nenohai, I. Rosyida, N. I. Agustina, Y. Utomo, and S. Sumari, “Diversifikasi produk pangan berbasis sumber daya lokal jantung pisang kepok (Musa paradisiaca) melalui karakteristik fisikokimia,” Agrointek : Jurnal Teknologi Industri Pertanian, vol. 18, no. 1, pp. 172–181, 2024, doi: 10.21107/agrointek.v18i1.15339.
[29] Y. Damayanti, F. Ratu, F. P. Ratu, and S. C. Pello, “Efektifitas Metode SMART Sebagai Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Mengenai Goal Setting,” Indonesia Berdaya, vol. 4, no. 4, pp. 1599–1604, 2023, doi: 10.47679/ib.2023598.
[30] W. Sammeng, M. Marsaoly, and N. Ruaida, “Uji Daya Terima dan Kandungan Gizi Abon Jantung Pisang dengan Penambahan Teri Nasi (Stolephorus sp),” Jurnal Kesehatan Terpadu (Integrated Health Journal), vol. 14, no. 1, pp. 29–41, Jun. 2023, doi: 10.32695/jkt.v14i1.440.
[31] B. Ristyanadi, N. A. Fanni, E. N. Susetyorini, and N. Khoiroh, “Pemanfaatan Limbah Jantung Pisang Menjadi Pengganti Sebagai Peluang Usaha Baru Bagi Masyarakat,” Jurnal Kreativitas dan Inovasi (Jurnal Kreanova), vol. 2, no. 3, pp. 113–119, Sep. 2022, doi: 10.24034/kreanova.v2i3.5413.
[32] M. F. J. Syah, A. K. Karima, D. A. Widyasari, P. Akuntansi, and U. M. Surakarta, “Model Pembelajaran Moving Peer Tutoring Untuk Meningkatkan Literasi Informasi Mahasiswa,” J. Pendidik. Ilmu Sos., vol. 31, no. 2, pp. 95–107, 2021.
[33] I. Rajiani, H. J. Prayitno, S. Kot, N. Ismail, and W. P. Iswarani, “Developing Local Education Content Supplementary Textbook Innovation by Referencing to Women in Floating Market,” Indones. J. Learn. Adv. Educ., vol. 5, no. 2, pp. 136–150, 2023.
[34] K. R. A. Kurniawan, N. Latif, R. R. Suparno, A. Oktaviani, A. F. Zharifa, and S. Z. Aryanti, “Revitalisasi Rumah Pintar Laskar Pelangi di Gantung melalui Budaya Literasi Humanitas,” Bul. KKN Pendidik., vol. 1, no. 1, pp. 10–17, 2019, doi: 10.23917/bkkndik.v1i1.9282.